Cukup Tau, Terimakasih Sudah Singgah
Lucu ya kalau ingat masa-masa umur 16-18 tahun itu rasanya penuh warna. Emosi remaja yang menggebu-gebu dan rasa ingin tahu yang besar akan hal baru. Membuat remaja rela melakukan apa saja demi hal yang disukainya. Apa aku seperti itu padamu dulu?
Dugaanku salah. Kau tidak berpihak padaku. Lucu ya. Padahal aku yang selalu di sampingmu dikala duniamu runtuh. Tragisnya, kau berakhir dengan teman dekatku.
Pada kenyataannya, aku tidak jatuh cinta padamu sejak awal. Perasaan itu hanya datang saat kau tersenyum lalu mengusap puncak kepalaku.
Hey, Bahkan tidak pernah ada laki-laki lain di hidupku yang berani menyentuh puncak kepalaku selembut itu selain Ayah dan Abangku! Ini aneh, kupikir saat itu. Aku tipe orang yang tidak suka skinship, walaupun dengan teman dekat sekalipun. Lalu, kau dengan beraninya menyentuh puncak kepalaku sambil tersenyum manis seperti itu? Haha tolong, aku tahu kau ini spesialis buaya.
"Lucu ya Nel, wangi rambut kamu. Kayak soft baby tapi feminim gitu." Ucapmu. Hei, tunggu apa kau mencium puncak kepalaku juga?Huh, tidak sopan sekali.
Sampai akhirnya,
"Nel, Iqbal Deket sama kamu itu temenan aja kan?" tanya Raisa siang itu saat pelajaran kimia.
Aku tertawa keras, "Apalagi kalau bukan temenan? Kalau dia gak datang ke aku lagi pun bukan urusanku." Jawabku. Ternyata jawabanku pada Raisa mengubah semua cerita kasmaran masa putih abu-abuku.
Iqbal, jawab deh, kamu dengar kan saat aku bicara itu? Aku tau kamu bukan anak IPA. Tapi, memang kerjaanmu berjalan kesana kemari tak ada tujuan dan selalu berakhir di kelasku. Itu aneh, menurutku.
"Nel, Lo ada rasa gak?" Pertanyaan aneh setiap pagi sebelum kelas dimulai. Aku mengeryit tidak mengerti, "Rasa apee sih, Bal?" Tanyaku berdecak sebal. Pikiranku sudah mumet dengan tugas fisika dari Bu Tuti tadi malam.
"Ada, " Jawabku.
"Nel... "
"Rasa puyeeengg, lo tauu puyeeng!! " Lanjutku sambil memegang kepala besarnya, dia tertawa. Aku mendengus kesal, "orang aneh! "
Seandainya aku lebih sadar dengan perasaan sendiri, apa ending kisah ini kita bahagia?
Komentar
Posting Komentar